Kali ini kita akan membahas mengenai Selection Control Structure yang merupakan salah satu Core Fundamental dalam hampir semua Bahasa pemrograman. Kita mulai dari Selection Control Structure.
Selection Control Structure merupakan struktur kendali pada proses seleksi pada pemrograman Java. Pada umumnya seleksi yang dilakukan di Java berfokus pada kondisi yang dibandingkan dan diterima dalam bentuk boolean, yakni true atau false. Statement dalam seleksi baru akan dijalankan pada saat kondisi terpenuhi, yakni bernilai true. Bentuk kondisi yang akan dijalankan dalam bentuk operasi logika yang dapat mengkombinasikan beberapa kondisi sekaligus dengan menerapkan operasi relasional. Untuk menjalankan beberapa proses sekaligus dalam sebuah struktur kendali seleksi diperlukan penggunaan kurung kurawal („{‟ dan „}‟) sebagai pernyataan bahwa ini adalah sebuah blok proses dari kondisi seleksi tersebut.
IF Statement merupakan bentuk struktur kendali yang paling sederhana dimana proses didalam seleksi baru akan dijalankan apabila kondisi terpenuhi (bernilai true). Bentuk alur logika dari IF Statement digambarkan oleh flowchart berikut. Dari diagram flowchart disebelah terlihat bahwa proses dalam seleksi baru akan dijalankan apabila kondisi bernilai true, jika tidak maka proses akan tetap dilanjutkan namun tanpa menjalankan proses didalam seleksi tersebut.
IF – ELSE Statement merupakan struktur kendali pada proses seleksi yang memungkinkan adanya proses tambahan apabila kondisi pada proses seleksi bernilai salah sehingga baik kondisi bernilai maupun false masing – masing kondisi akan memiliki proses tersendiri untuk dijalankan.
Nested IF Statement merupakan struktur kendali pada proses seleksi dimana di dalam sebuah proses seleksi terdapat proses seleksi lainnya sehingga memungkinkan melakukan beberapa pengecekan bersarang sekaligus.